Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pembelajaran Terpadu
Dosen pengampau : Ulfah Agung Rayanti, S.Pd. M.Pd.
Disusun oleh :
Kelompok 10
Aan Andri (206223128)
Eva Yulianti
(206223133)
FAKULTAS KEGURUAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMADIYAH KUNINGAN
2020-2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan formal secara umum dapat
diindikasikan apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku
peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasimelalui
pengukuran dengan menggunakan tes dan nontes. Proses pembelajaran akan efektif
apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup terencana dan diimplementasikan
dalam bentuk pola-pola kegiatan pembelajaran.
Pola-pola kegiatan pembelajaran dapat diintegrasikan kedalam kurikulum.
Pengorganisasian kurikulum merupakan perpaduan antara dua kurikulum atau lebih
sedemikian hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
Dilihat dari organisasi kurikulum, terdapat tiga tipe kurikulum yaitu separated
curriculum, correlated curriculum, dan integrated
curriculum. Integrated curriculum diwujudkan dengan adanya
pembelajaran terpadu. Dalam integrated curriculum, apa yang
disajikan di sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah.
Pelajaran di sekolah membantu siswa dalam menghadapi berbagai persoalan di luar
sekolah.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang dimaksud
dengan pembelajaran terpadu?
2.
Apa yang dimaksud
dengan pembelajaran terpadu model networked?
3.
Terlihat seperti
apa model pembelajaran networked ?
4.
Terdengar seperti
apa model pembelajaran networked ?
5.
Apa kelebihan dari
model networked?
6.
Apa kekurangan dari
model networked?
7.
Bagaimana penerapan
model networked dalam pembelajaran di SD?
C. TUJUAN
1.
Untuk mengetahui
pengertian pembelajaran terpadu
2.
Untuk mengetahui
pengertian pembelajaran terpadu model networked
3.
Untuk mengetahui
seperti apa model pembelajaran networked
4.
Untuk mengetahui
terdengar seperti apa model pembelajaran networked
5.
Untuk mengetahui
kelebihan dari model networked
6.
Untuk mengetahui
kekurangan dari model networked
7.
Untuk mengetahui
penerapan model networked dalam pembelajaran di SD
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TERPADU
Pembelajaran Terpadu merupakan model pembelajaran yang mencoba untuk
memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995:615). Pembelajaran terpadu adalah
pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan tematik. Untuk mencapai aspek perkembangan anak dengan
optimal, materi yang disampaikan dijelaskan berdasarkan tema dan subtema.
Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi
kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan,
mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai SMA. Model pembelajaran ini pada
hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta
didik baik secaraa individual maupun kelompok aktif untuk mencari, menggali,
dan menemukan konsep serta prinsip secara holistic dan otentik.
Pembelajaran terpadu menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu sejalan
dengan beberapa aliran modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan
progresivisme. Aliran progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (student
centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih
berpusat pada guru (teacher centered) dan pada bahan ajar.
Tujuan utama sekolah adalah untuk meningkatkan kecerdasan praktis, serta untuk
membuat anak lebih efektif dalam memecahkan berbagai problem yang disajikan
dalam konteks pengalaman (experience) pada umumnya (Willian F.
Oneill, 1981).
Pembelajaran terpadu diawali dari suatu
pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lainnya,
dimana konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain yang telah direncanakan,
baik dalam satu bidang atau lebih dan dengan beragam pengalaman belajar agar
pembelajaran menjadi lebih bermakna (Hardisubroto, 1998). Dengan adanya
pemaduan ini, maka anak akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara
utuh sehingga pembelajaran lebih bermakna (meaningfull) bagi
siswa. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional, maka pembelajaran
terpadu tampak lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga
siswa tampak aktif terlibat dalam proses pembelajaran untuk pembuatan
keputusan (decision making) (Sukayati 2004:4).
Oleh karena itu, pembelajaran terpadu
merupakan salah satu pendekatan yang digunakan di dalam pembelajaran yang
menekankan pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran secara holistik,
berdasarkan desain kurikulum terpadu yang direncanakan.
Ditinjau dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit
tematisnya, menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat
sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara
atau model tersebut adalah: (1) fragmented, (2) connected,
(3) nested, (4) sequenced, (5) shared,
(6) webbed, (7) threaded, (8) integrated,
(9) immersed, dan (10) networked.
B. PENGERTIAN NETWORKED MODEL
Model networked adalah model pembelajaran
berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data,
keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau
yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari
berbagai sumber. Sumber dapat berupa buku bacaan, internet,
saluran radio, TV, atau teman, kakak, orangtua atau guru yang dianggap ahli
olehnya. Siswa memperluas wawasan belajarnya sendiri artinya siswa termotivasi
belajar karena rasa ingin tahunya yang besar dalam dirinya. Networked
model merupakan rancangan kurikulum yang berfilosofi. Jika dilaksanakan dalam
pembelajaran akan memberikan bekal kepada siswa untuk mampu memfilter (memilih)
seluruh kegiatan belajar melalui kacamata keahlian dan kemampuan membuat
hubungan internal dan mampu memandu ke jaringan kerja eksternal dari para ahli
di lapangan atau bidang-bidang terkait. Sebagai contoh yaitu seorang arsitek
ketika mengadaptasi sebuah program ia bekerja sama dengan ahli teknik
pemrograman, dan ahli interior desain. Ia bekerja secara lintas bidang dan
bekerjasama dengan keahlian pelajar lain untuk memperoleh keterampilan yang
sempurna.
Menurut pandangan Robin Fogarty ( 1991 )
Networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandalkan kemungkinan
pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk
keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi,
kondisi, maupun konteks yang berbeda – beda. Belajar disikapi
sebagi proses yang berlangsung secara terus – menerus karena adanya hubungan
timbale balik antara pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa.
Seorang peserta didik membuat jaringan dengan orang lain baik dalam bidang
yang mereka tekuni maupun di luar bidang tersebut dan mereka menghubungkan
ide-ide baru ke dalam ide-ide lama secara kontinu atau terus-menerus. Peserta
didik menyaring semua yang mereka pelajari melalui kajian para ahli dan membuat
koneksi internal yang mengarah ke jaringan eksternal ahli di bidang terkait.
Model ini digambarkan seperti sebuah bangun prisma yaitu merupakan sebuah
bangun yang apabila dilihat dapat menciptakan berbagai dimensi dan arah
fokus.Pendidikan seorang manusia tidak pernah selesai sampai ia mati. (Robert
E. Lee).
Model networked dalam model pembelajaran terpadu merupakan sumber masukan
eksternal yang berkelanjutan, model ini seterusnya akan memberikan ide-ide
baru, dan ide-ide ekstrapolasi atau ide yang halus. Jaringan profesional
peserta didik biasanya tumbuh di arah yang jelas dan kadang-kadang tidak begitu
jelas. Dalam pencarian pengetahuannya, peserta didik bergantung pada jaringan
ini sebagai sumber informasi utama dan mereka harus menyaring melalui sudut
pandang mereka sendiri sesuai dengan keahlian dan minat yang mereka miliki.
Model networked, tidak seperti di model sebelumnya, pelajar mengarahkan
proses integrasi melalui ruang pemilihan jaringan yang mereka butuhkan. Hanya
pembelajar sendiri yang mengetahui seluk-beluk dan dimensi bidang mereka,
peserta didik dapat menargetkan sumber daya yang diperlukan. Model ini, seperti
model yang lain, berkembang dan tumbuh sebagai kebutuhan tambahan yang dapat
mendorong peserta didik ke arah yang baru. Contoh: arsitek, jika mereka
mengadaptasi teknologi CAD / CAM untuk desain, jaringan dengan teknik
pemrograman dan memperluas pengetahuan dasar yang mereka miliki, seperti yang
dia lakukan secara tradisional dengan para desainer interior.
C. TERLIHAT SEPERTI APA MODEL PEMBELAJARAN
NETWORKED ?
Model networked dipandang secara terbatas memperpanjang dimulai sejak
sekolah dasar. Bayangkan seorang anak kelas lima yang telah memiliki minat di
Indiana sejak hari anak itu bermain koboi dan Indian. Semangat untuk pengetahuan
Indian membawa dia membaca buku-buku sejarah dan non fiksi dengan baik.
Keluarganya, sadar ketertarikan anaknya dengan orang Indian, kemudian
mereka mendengar dan menggali tentang arkeologis yang mendukung anak-anak untuk
benar-benar menggali dan berpartisipasi sebagai bagian dari peserta program
liburan musim panas yang ditawarkan oleh sebuah perguruan tinggi lokal. Sebagai
hasil dari ini “perkemahan” musim panas ini, pelajar tersebut menjumpai orang
dari sejumlah bidang seperti: seorang antropolog, ahli geologi, arkeolog, dan
ilustrator, mahasiswa seni rupa, mereka disewa untuk mewakili menggali
kemampuan siswa dalam menggambar.
Jaringan yang dimiliki peserta didik ini sudah mulai terbentuk.
Ketertarikan secara alami yang dimilikinya telah menyebabkan dia untuk belajar
dari orang lain di bidang yang menawarkan berbagai tingkat pengetahuan dan
wawasan yang memperluas jangkauan belajarnya.
D. TERDENGAR SEPERTI APA MODEL PEMBELAJARAN
NETWORKED ?
Model networked ini terdengar seperti tiga atau empat arah konferensi yang
memberikan berbagai jalan eksplorasi dan penjelasan. Meskipun ide-ide yang
beragam mungkin tidak datang sekaligus, pelajar pada model jaringan ini terbuka
untuk menerima beberapa input sebagai komponen yang berbeda yang disaring dan
diurutkan sesuai kebutuhan seorang pelajar. Model ini terdengar seperti jaringan
berita yang menarik yang tersaji dalam gambar dan cerita yang berasal dari
seluruh penjuru dunia. Model networked ini mirip dengan sinyal satelit yang
bertebaran dan menerima sinyal dari berbagai arah.
E. KELEBIHAN MODEL NETWORKED
Kelebihan dari model jaringan ini sangat beragam. Pendekatan pembelajaran
terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami, dengan model ini peserta didik
memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan kemampuanya
sendiri. Peserta didik dirangsang dengan informasi yang relevan, keterampilan,
atau konsep yang diberikan di sepanjang proses pembelajaran. Nilai tambahan
dari model jaringan ini bagaimanapun tidak bisa dipaksakan pada peserta didik
melainkan harus muncul dari dalam diri masing-masing peserta didik. Namun,
mentor memberikandan memberikan layanan yang diperlukan untuk mendukung tingkat
pembelajaran yang lebih tinggi. Pada model networked ini peserta didik
terstimulasi oleh informasi, ketrampilan atau konsep-konsep baru.
F. KELEMAHAN MODEL NETWORKED
Kelemahan dari model jaringan sangat dipahami oleh mereka yang telah
mengembangkan beragam kepentingan tenaga dari cintanya. Sangat mudah untuk
mendapatkan sisi acak ke dalam salah satu ide disampingnya. Ini juga mungkin
untuk mendapatkan di dalam pemikiran kita. Sebuah jalan tertentu tampaknya
mengundang dan berguna, tapi tiba-tiba menjadi sebaliknya. Manfaat kadang tidak
lagi seimbang dengan harga yang harus dibayar. Kelemahan lain adalah bahwa
model jaringan, jika diambil untuk perbedaan-perbedaan besar, dapat menyebarkan
minat yang terlalu tipis dan dan tidak terkonsentrasi atau memecah perhatian
peserta didik sehingga upaya-upaya pengajaran yang dilakukan menjadi tidak
efektif.
G. PENGGUNAAN MODEL NETWORKED
Model ini, seperti model yang tersamar, model jaringan sering memindahkan
tanggung jawab integrasinya lebih berat kepada pelajar daripada seorang
desainer pembelajarannya. Namun, itu adalah model yang sesuai untuk menyajikan
motivasi kepada peserta didik. Tutor atau mentor sering menyarankan model
jaringan untuk memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan perspektif
yang diperlukan. Sebagai jaringan berkembang, koneksi atau suatu hubungan
terkadang muncul secara kebetulan di sepanjang proses pembelajaran. Seringkali,
tanpa sengaja hal ini mendorong peserta didik menemukan kedalaman pengetahuan
baru disuatu bidang atau sebenarnya mengarah ke penciptaan bidang yang lebih
khusus. Salah satu contoh seperti di era modern sekarang, dalam bidang genetika
yang telah mengembangkan sebuah penemuan baru yang dikenal sebagai rekayasa
genetik. Ini berlangsung dari lapangan yang merupakan hasil dari pengembangan
model jaringan seorang pelajar yang berbakat dengan pelajar lainnya yang
mendalami keahliannya tersebut.
Bertahun-tahun
kemudian para pemikir di sekolah pascasarjana membicarakan kepada dua ahli
model jaringan, seorang ahli psikolog kognitif dan seorang programmer komputer.
Sebagai contoh ketika Fogarty menganggap dirinya sebagai pustakawan yang
memiliki ketrampilan ilmu perpustakaan. Tapi sebagai seorang kandidat doktor di
bidang kecerdasan buatan, dia perlu membuat jaringan dengan orang lain di
bidang yang sangat teknis. Saya mencari sebuah program untuk membantu
mensimulasikan pencarian kognitif untuk informasi.
Apa yang kita ketahui tentang cara kerja otak dapat direpresentasikan dalam
diagram ini. Selain itu, dengan scripting “berbicara keras dengan pemantauan”
pada sebuah mata pelajaran, Fogarty berpikir kita akan dapat melihat pola
hubungan sebuah keputusan. Jika kita menempatkan pemikiran kita bersama, ini
akan mulai masuk akal. Sulit untuk menduplikasi hubungan pengetahuan yang
dibuat oleh otak manusia, tetapi keacakan dalam prosedur dapat diprogram
didalamnya. Fogarty akan membutuhkan rincian eksplisit tentang bagaimana kita
membuat hubungan/koneksi di otak manusia dimulai dari anda.
Contoh:
|
Matematika |
|
Sains |
|
Seni bahasa |
|
Pembelajaran Sosial |
|
Ahli Gizi |
|
Matematika |
|
Sains |
|
Seni bahasa |
|
Pembelajaran sosial |
|
Penerbit Edukational |
|
Matematika |
|
Sains |
|
Seni bahasa |
|
Pembelajaran sosial |
|
Programmer komputer |
Catatan dan refleksi
Pelajar didorong oleh dirinya atau daerah kepentingannya untuk mencari ahli kami baik di
dalam maupun di luar lapangan dengan tujuan untuk memperpanjang dan
memperkaya lapangan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Model networked merupakan rancangan
kurikulum yang berfilosofi bila dilaksanakan dalam pembelajaran akan memberikan
bekal kepada siswa mampu memfilter (memilih) seluruh kegiatan belajar melalui
kacamata keahlian dan kemampuan membuat hubungan internal dan mampu memandu ke
jaringan kerja eksternal dari para ahli di lapangan atau bidang-bidang terkait.
Model networked dipandang secara terbatas memperpanjang dimulai sejak
sekolah dasar. Bayangkan seorang anak kelas lima yang telah memiliki minat di
Indiana sejak hari anak itu bermain koboi dan Indian. Semangat untuk
pengetahuan Indian membawa dia membaca buku-buku sejarah dan non fiksi dengan
baik.
Model ini terdengar seperti jaringan berita yang menarik yang tersaji dalam
gambar dan cerita yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Model networked ini
mirip dengan sinyal satelit yang bertebaran dan menerima sinyal dari berbagai
arah.
Kelebihan dari model jaringan ini salah satunya pendekatan pembelajaran
terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami, dengan model ini peserta didik
memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan kemampuanya
sendiri.
Sebuah metode tertentu tampaknya mengundang dan berguna, tapi kadang
menjadi sebaliknya. Manfaat kadang tidak lagi seimbang dengan harga yang harus
dibayar. Kelemahannya adalah bahwa model jaringan, jika dibawa ke ekstrem,
dapat menyebarkan minat yang terlalu tipis dan dan tidak terkonsentrasi atau
memecah perhatian peserta didik sehingga upaya-upaya pengajaran yang dilakukan
menjadi tidak efektif.
Tutor atau mentor sering menyarankan penggunaan model jaringan untuk
memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan perspektif yang diperlukan.
B. SARAN
Sebelum mengembangkan kurikulum sebaiknya kita mengembangkan hasil-hasil
belajar. Pengembangan kurikulum sebaiknya mencakup ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik. Pemerolehan hasil belajar pada dasarnya adalah bagaimana
menyiapkan peserta didik menjadi individu yang kreatif dan kritis dengan
mendasarkan pada keberanian, mampu mengembangkan komunikasi dan interaksi inter
dan antar personal baik dengan teman maupun musuh. Pelaksanaan model
pembelajaran terpadu di sekolah harusnya didukung dengan kemampuan dan
kesiapan guru yang optimal serta media pembelajaran yang memadai, menuntut
adanya kreativitas dan inovasi guru dalam pengembangan pembelajaran, bertotal
dan dikembangkan dari kurikulum yang sudah terpadu.
DAFTAR PUSTAKA
Fogarty,
Robin.1991.The Mindful School How to Integrate the Curricula.IRI/Skylight
Publishing, Inc.Palatine, Illinois.
Sudjana. Nana.1988.Pembinaan
dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Sinar Baru Algesindo : Bandung.
Y. Padmono. Dr.
Pembelajaran Terpadu atau Kurikulum Terpadu (1).http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2010/pembelajaran-terpadu-atau-kurikulum-terpadu-1/.
Akses pada 21 Maret 2013 Pukul 20:07:06

Tidak ada komentar:
Posting Komentar