Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Baca Tulis Al-Qur'an
Dosen pengampau : Maskam M.Pd
Disusun oleh :
Kelompok 7
Aan Andri (206223128)
Purkon Sidik
(206223097)
Nugraha
Cahya Wiguna (206223108)
FAKULTAS KEGURUAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMADIYAH KUNINGAN
2020-2021
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah penulis bersyukur kehadirat Allah SWT
atas limpahan rahmat dan hidayah –Nya, sehingga makalah kelompok ini dapat
terselesaikan sesuai waktu yang ditentukan. Penulisan makalah ini dibuat
sebagai media pembelajaran dalam rangka memenuhi Mata Kuliah Baca Tulis
Al-Qur'an (BTQ). Penulis menyadari dalam menyelesaikan tugas makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua
pihak yang telah memberikan motivasi dan saran dalam proses pembuatan makalah
ini.Demikain makalah ini kami buat dan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca
pada umumnya dan bagi kami khususnya.. Aamiin
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Tasikmalaya, April 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
....................................................................................................................................2
Daftar Isi
..............................................................................................................................................3
Bab I Pendahuluan ............................................................. ................................................................4
A.
Latar Belakang ....................................................... ................................................................4
B.
Rumusan Masalah ................................................ ................................................................4
C.
Tujuan Penulisan ................................................. ................................................................4
D.
Manfaat Penulisan .................................................... .............................................................4
Bab II Pembahasan ........................................................ ....................................................................6
A.
Pengertian Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi ..............................................................................6
B.
Contoh
Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi .................................................................................7
Bab III Penutup
..........................................................................................................................8
A.
Kesimpulan
............................................................. ................................................................8
B.
Saran
............................................................. ................................................................8
Daftar Pustaka
..........................................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tajwid
secara bahasa adalah membaguskan, sedangkan menurut istilah adalah mengeluarkan
setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya. Yang
dimaksud dengan hah huruf adalah sifat asli yang selalu bersamanya sepertisifat
al-jahr, isti'la, istif'al, dan sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan
mustahak huruf adalah sifat yang tampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq,
ikhfa, iqlab, dan sebagainya.
Para ulama telah menyusun ilmu tajwid, serta menyusun
pokok-pokoknya dan menyimpulkan hukum-hukumnya dari tata cara membaca yang
diwaruskan oleh Nabi Muhammad SAW., para sahabatnya dan para thabi'in.
Tujuan
mempelajari ilmu tajwid adalah menjaga lisan dari kesalahan tatkala membaca
Al-Qur'an. Oleh karena itu, hukum atau aturan dalam membaca Al-Qur'an adalah
fardu 'ain bagi setiap mukallaf. Panduan ringkas hukum-hukum tajwid ini akan
dimulai dengan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan para ulama tajwid yaitu
hukum isti'azah dan basmalah.
Hukum
membaca Al-Qur'an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardu 'ain. Jadi,
mungkin saja terjadi seorang Qori' bacaannya bagus dan benar, namun sama sekali
ia tidak mengetahui istilah-istilah ilmu tajwid seperti idzhar, mad lin dan
sebagainya. Tajwidadalah ilmu yang sangat mulia. Hal ini karena keterkaitannya
secara langsung dengan Al-Qur'an. Bahkan
dalam dunia Ilmu Hadits, seorang alim tidak akan mengajarkan hadits kepada
muridnya sehingga ia sudah menguasai ilmu Al-Qur'an.
Tujuan
mempelajari tajwid adalah untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan
dalam membaca Al-Qur'an.
B.
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana
hukum bacaan Mad Lazim Mutsaqqal
Kalimi?
C.
TUJUAN PENULISAN
Untuk
mengetahui hukum bacaan Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi.
D.
MANFAAT PENULISAN
Penulisan dapat mengetahui hukum bacaan Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, contoh Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi dan
macam-macam Mad Lazim Mutsaqqal
Kalimi, dan bagaimana pengembangan serta komponen dan penyusunan bacaan
hukum Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi, dengan adanya penulisan ini menambah wawasan penulis mengenai Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Mad Lazim
Mutsaqqal Kalimi
Mad lazim mutsaqqal kalimi atau mad lazim kilmi
mutsaqqal adalah apabila mad bertemu huruf yang bertasydid dalam satu
kata. Panjangnya 6 harakat atau
3 alif.
Disebut mad lazim karena dua hal :
Pertama, semua
ulama ahli qiraat sepakat bahwa panjangnya 6 harakat.
Kedua,
panjangnya tetap sama ketika washal maupun waqaf.
Contoh :
وَلَاالضَّآلِّيْنَ
– الصَّآخَّهُ -مِنْ
دَآبَّةٍ - أَتُحَاجُّونِّي
Termasuk mad lazim kilmi mutsaqqal juga apabila mad
yang terdapat pada hamzah dan menghadapi huruf bertasydid. Di dalam Al-Qur’an hanya ada
pada empat ayat, yaitu Al-An’am 143 - 144, Yunus 59, dan An-Naml 59.
قُلْ
آلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ الْأُنْثَيَيْنِ
قُلْ
آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ
آللَّهُ
خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ
Adapula yang memasukkannya ke dalam mad farqi.
Dinamakan mad farqi karena untuk membedakan kalam khabari dengan kalam
istifham. Hamzah pada keempat ayat di atas adalah hamzah istifham. Sebenarnya
cara membaca hamzah pada keempat ayat di atas ada dua macam :
Pertama, adalah
dengan ibdal yakni mengganti hamzah kedua menjadi alif sehingga terdapat huruf
mad pada hamzah.
Kedua, adalah
dengan tashil karena dua hamzah berdekatan. Untuk lebih jelasnya tentang
praktik tashil pada ayat di atas silakan talaqi dengan guru ahli.
Catatan :
Adanya tasydid merupakan tanda adanya proses idgham.
Mad lazim mutsaqqal kalimi terjadi pada satu kata.
Apabila mad bertemu huruf bertasydid pada kata berikutnya tidak dihukumi mad
lazim mutsaqqal kalimi, bahkan gugur hukum madnya. Contoh :
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
وَفِي
الرِّقَابِ
وَإِذَا
السَّمَاءُ فُرِجَتْ
B. Contoh Mad Lazim Mutsaqqal Kalimi
Berikut adalah contoh mad lazim kilmi mutsaqqal di
Al-Qur’an lengkap dengan keterangan ayat dan suratnya :
• Al-Fatihah : 7
غَيْرِ
الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
• Al-Baqarah : 76
لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ
• Al-Baqarah : 164
وَبَثَّ
فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
• Al-‘An’am : 80
وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ
• Az-Zumar : 64
قُلْ
أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ
• Ar-Rahman : 39
فَيَوْمَئِذٍ
لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ
• Al-Mulk : 19
فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ
• An-Naziat : 34
فَإِذَا
جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى
• Abasa : 33
فَإِذَا
جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
• Al-Fajr : 18
وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى
طَعَامِ الْمِسْكِينِ
*Penulisan
yang lebih tepatnya silakan lihat di Al-Qur’an.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Mad lazim mutsaqqal kalimi atau mad lazim kilmi
mutsaqqal adalah apabila mad bertemu huruf yang bertasydid dalam satu
kata. Disebut mad lazim karena semua ulama ahli qiraat sepakat
bahwa panjangnya 6 harakat dan panjangnya tetap sama ketika washal maupun
waqaf.
DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar